Sebatik Menjadi Daerah Ekspor Komoditi Perikanan Nunukan

0
132

WARTA HUMAS – Mewakili Bupati Nunukan, Kepala Dinas Perdagangan Kabupaten Nunukan Ir. H. Dian Kusumanto menghadiri Launching Ekspor Perdana Komoditi Perikanan yang diselenggarakan di Kantor Pelabuhan Perikanan SKPT Sebatik, Sei Pancang, hari ini Rabu (03/03).

Selain Kadis Perdagangan, dari Pemkab Nunukan juga tampak hadir Kadis Perikanan Suhadi, S.Hut.,M.Sc, dan Camat Sebatik Utara H. Zulkifli. Dari jajaran Bea Cukai tampak hadir Kakanwil DJBC Kalbagtim Rusman Hadi, Kepala Kantor Bea Cukai Nunukan M. Solafudin, Kepala Kantor Bea Cukai Tarakan Minhajuddin, serta segenap Kepala Bidang dan Kepala Seksi di lingkungan Kanwil DJBC Kalbagtim. Selain itu juga turut hadir Kepala Pelabuhan Perikanan SKPT Sebatik Iswandi Rachman, dan Kepala Stasiun SPDKP Tarakan Akhmadon, serta Jonison yang mewakili kepala BKIPM Tarakan.

Membacakan sambutan Bupati Nunukan, Ir. H. Dian Kusumanto menyampaikan bahwa sebagai daerah pesisir, wilayah di kecamatan Sebatik dan Nunukan memiliki potensi perikanan dan kelautan yang sangat besar, baik di bidang perikanan tangkap, perikanan budi daya atau dalam bentuk pengembangan komoditi hasil kelautan yang lain seperti rumput laut.

” Apalagi di wilayah Sebatik yang wilayahnya dikelilingi oleh lautan. bagi masyarakat, laut adalah masa depan, tempat mereka menggantungkan impian dan harapannya. tidak mengherankan jika sebagian besar masyarakat di sebatik berprofesi sebagai nelayan”, ujarnya.

Dilanjutnya selama ini, hasil tangkapan para nelayan dijual di pasar Nunukan atau Sebatik. Ada sebagian juga yang dijual hingga ke Tarakan atau Tanjung Selor, namun sebagian besar dari hasil laut mereka dijual ke Tawau, Malaysia.

”Para nelayan lebih memilih menjualnya ke Tawau karena harganya lebih menjanjikan, sayangnya transaksi para nelayan tersebut masih dilakukan secara tradisional. Hal ini tentu saja rawan terjadi tindak pelanggaran keimigrasian, karena para nelayan biasanya langsung menjual hasil tangkapannya ke pasar di Tawau tanpa melewati pintu keimigrasian yang resmi. bisa saja para nelayan tersebut ditangkap oleh aparat keamanan di Malaysia karena dianggap masuk secara ilegal. karena sudah berlangsung selama puluhan tahun, masyarakat selama ini menganggap hal itu sebagai sesuatu yang wajar dan biasa – biasa saja”, tambahnya.

Selanjutnya dikatakan kondisi ini memang ibarat buah simalakama, jika tetap dibiarkan maka bisa membahayakan para nelayan tetapi jika dilarang pemerintah belum mampu menyiapkan pasar yang mampu menggantikan pasar di Tawau.

Menurut Bupati, pemerintah kabupaten Nunukan sangat mendukung jika ada pihak swasta yang akhirnya berani membuat terobosan dengan melakukan ekspor hasil perikanan dari wilayah Sebatik. meskipun skalanya belum terlalu besar, tapi Bupati optimis ekspor perdana kali ini bisa menjadi pembuka jalan bagi pengusaha – pengusaha yang lain untuk mengikutinya.

”Selain transaksinya menjadi lebih jelas dan menguntungkan, ekspor yang dilakukan secara resmi akan membuat kita terhindar dari kemungkinan melanggar aturan keimigrasian di negara lain. tidak hanya itu, ekspor yang dilakukan secara resmi juga akan memberikan pemasukan bagi negara dalam bentuk pajak yang sangat berguna dalam membiayai pembangunan”, ujarnya.

Pada kesempatan ini, Bupati dalam sambutannya atas nama Pemerintah Kabupaten Nunukan mengucapkan selamat atas launching ekspor perdana komoditi hasil perikanan kali ini.

Menurutnya, ekspor komoditi hasil perikanan kali ini semakin menambah daftar komoditi dari Nunukan yang berhasil menembus pasar luar negeri. sebelumnya, komoditi rumput laut telah berhasil di ekspor hingga ke negara china dan korea selatan. demikian juga dengan CPO dan bungkil kelapa sawit juga sudah dieskpor ke beberapa negara, pemerintah berharap komoditi – komoditi yang lain juga bisa menyusul untuk go internasional.

Selaku pemerintah, Bupati Laura juga berpesan agar kualitas dari komoditi yang akan diekspor tetap dapat dijaga, baik kualitas barang, atau ketepatan waktunya.

” Berani ekspor artinya kita harus berani bersikap profesional, karena pihak pembeli di luar negeri biasanya sangat mengutamakan konsistensi kualitas barang dan ketepatan waktu pengiriman barangnya”,tambahnya.

Tak lupa, dalam kesempatan ini Bupati juga menyampaikan apresiasi dan penghargaan yang setinggi – tingginya kepada Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea Cukai tipe Madya Pabean C Nunukan yang telah membantu dan memfasilitasi para pengusaha sampai akhirnya bisa melakukan ekspor perdana.

“ Hal itu membuktikan bahwa sinergi antara Pemerintah Daerah, pihak pengusaha dan Kantor Bea Cukai selama ini terjalin dengan sangat baik. Mari kita terus jaga dan pertahankan sinergi ini guna mendukung kegiatan ekspor di masa – masa mendatang”, tambahnya.

Seusai acara seremoni, kegiatan dilanjutkan dengan pengguntingan pita dan peluncuran perdana ekspor di lokasi pemuatan barang ekspor. (Humas)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here