Marthin Billa Minta Natal Dirayakan Dengan Sederhana

0
166

Tanjung Selor – Tokoh Nasional yang juga anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) Marthin Bila menghimbau umat Kristiani terutama yang ada di Kalimantan Utara agar dalam merayakan Natal 2020 dilakukan dengan sederhana.

Hal tersebut sebagai bentuk empati terhadap pihak – pihak yang berduka karena ditinggalkan orang-orang terdekatnya akibat terpapar Covid-19 maupun bencana, serta berbagai sebab lainnya.

“Teladanilah perilaku Yesus Kristus. Yang dalam keadaan apapun selalu mempunyai kepedulian kepada orang lain,” ujar Marthin,Kamis (24/12).

Selain dengan cara sederhana, Marthin mengingatkan agar masyarakat tak membuat kerumunan-kerumunan. Hal itu melihat peningkatan kasus Covid-19 yang belum terkendali sejauh ini.

“Tak perlu menggelar open house dan perayaan sejenis yang berpotensi menciptakan kerumunan,” tandasnya.

Pun jika harus bertemu dengan sanak saudara, Ia mewanti – wanti hendaknya dilakukan dengan memperketat protokol kesehatan dan tetap berkoordinasi dengan satuan tugas covid -19.

Termasuk pada saat malam pergantian tahun pada 31 Desember 2020 mendatang, Marthin meminta hendaknya tidak ada acara kumpul-kumpul untuk menggelar pesta kembang api.

Lebih lanjut Marthin mengingatkan bahwa esensi Natal dan Tahun Baru seharusnya tidak hanya berisi kesenangan lahiriah semata.

Walau tak bisa dipungkiri, umat manusia begitu berbahagia dalam rangkaian penyambutan dan peringatan lahirnya Yesus Kristus, namun harus selalu diingat bahwa ada pesan nyata yang disampaikan oleh Kristus kepada manusia.

“Yakni melayani sesama manusia adalah bagian dari pekerjaan-Nya. Maka apabila kita tak mampu mengejawantahkan ajaran Tuhan terutama saat pademi seperti sekarang ini, berarti dapat dikatakan kita telah membuat Natal menjadi hampa,” tuturnya.

Pria yang menjabat sebagai Badan Urusan Legislasi Daerah (BULD) DPD RI tersebut menilai makna hakiki dari Natal adalah semakin tebalnya rasa solidaritas. Bergotong royong tanpa memandang latar belakang sebagai bentuk upaya memperteguh persatuan dan kesatuan.

“Rela menolong dan melayani sesama manusia sebagai wujud syukur karena telah diselamatan dan sebagai aplikasi dalam hidup berbangsa dan bernegara,” tutup Marthin.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here