Magaya Cafe dan Bawaslu Nunukan Akan Gelar Lomba Stand Up Comedi Anti Money Politik

0
425
stand up comedi

Nunukan – Pilkada Serentak 2020 tinggal menghitung hari. Konstalasi politik pun kian menghangat lantaran para kandidat semakin agresif dan berbagai strategi politik dijalankan dalam menarik simpati masyarakat.

Tak terkecuali di Nunukan, Kalimantan Utara (Kaltara), masyarakat di Kabupaten yang sebagian besar wilayahnya berbatasan langsung dengan Sabah dan Serawak ini, pada Pilkada mendatang akan memilih 2 kepemimpinan sekaligus yakni Pemilihan Gubernur – Wakil Gubernur Kalimantan Utara dan Pemilihan Bupati – Wakil Bupati Nunukan

Harapan masyakat, melalui Pilkada 2020 ini, akan lahir kepemimpinan yang berintegritas serta berkapabilitas sehingga mampu mengantar Kaltara dan Nunukan memasuki gerbang kesejahteraan.

Namun kepemimpinan yang berintegritas tentunya tak lepas dari proses dalam mendapatkan kemenangan pada saat Pilkada. Sehingga setiap.kandidat sangat diharapkan mampu berkompetisi dengan cara terhormat dan bernartabat.

Menyikapi hal tersebut, Cafe Magaya dan Bawaslu Kabupaten Nunukan berusaha mengajak para kawula muda terutama pemilih pemula agar dapat berpartisipasi mewujudkan Pilkada melalui sosialisasi memerangi politik uang melalui lomba stand up comedi bertema ‘tolak politik uang’

” Even ini kita gelar atas dasar kepedulian untuk membumikan demoksrasi dan mewujudkan kepemimpinan yang lahir dari cara – cara yang bermartabat,” tutur Owner Magaya Cafe, Andi Suryani kepada Nusantara News, Kamis (26/11).

Aktivis Perempuan yang kerap disapa Yani tersebut menilai, bahwa pademi covid – 19 telah membuat keterpurukan diberbagai sektor terutama ekonomi. Kondisi seperti inilah yang sangat berpotensi menjadi lahan praktik politik uang.

“Masa pademi yang sulit akan merangsang masyarakat menerima pemberian dari pihak – pihak tertentu dengan imbalan suara di TPS nanti. Ini adalah penodaan terhadap demokrasi,” jelasnya

Sementara Ketua Bawaslu Nunukan, Mochammad Yusran mengakui bahwa pihaknya mendukung digelarnya lomba stand up comedi anti politik uang tersrbut. Pasalnya, money politik adalah sebuah tindakan yang selain menodai demokrasi, mengkebiri cita – cita reformasi, juga larangan dalam agama manapun.

“Kita dari Bawaslu mendukung penuh dengan perlombaan yang mengedukasi masyarakat untuk memerangi politik uang seperti lomba stand up comedi di Magaya Cafe tersebut,” ujarnya.

Sosialisasi melawan politik uang, menurut Yusran sangat perlu dilakukan. Karena banyak masyarakat awam dan para pemilih pemula yang belum tahu implikasi hukum dari praktik politik uang tersebut

Lebih lanjut Yusran mengingatkan bahwa ketentuan pidana mengenai politik uang dalam pasal 187A ayat (1) yang berbunyi: bahwa setiap orang yang dengan sengaja menjanjikan atau memberikan uang atau materi lainnya sebagai imbalan untuk mempengaruhi pemilih agar tidak menggunakan hak pilih, menggunakan hak pilih dengan cara tertentu sehingga suara menjadi tidak sah, memilih calon tertentu, atau tidak memilih calon tertentu diancam paling lama 72 (tujuh puluh dua) bulan dan denda paling banyak Rp1.000.000.000,00 (satu milyar rupiah).

“Untuk itu, sosialisasi ini sangat perlu. Selain untuk penegakan demokrasi, membina mental generasi muda agar sehat berpolitik, kita juga harus jaga masyarakat awam agar tak menjadi obyek praktik jual beli suara,” tegasnya.

Diketahui, Lomba Stand Up Comedi sendiri akan digelar pada Sabtu 28 November. Bagi masyarakat yang berminat, dapat mendaftarkan diri di Cafe Magaya Jl. Teuku Umar, Nunukan sejak tanggal 25 hingga 27 November 2020. Perlombaaan ini juga dinilai cukup spektakuler, pasalnya akan dihadiri salah satu komosioner Bawaslu RI.

Nunukan – Pilkada Serentak 2020 tinggal menghitung hari. Konstalasi politik pun kian menghangat lantaran para kandidat semakin agresif dan berbagai strategi politik dijalankan dalam menarik simpati masyarakat.

Tak terkecuali di Nunukan, Kalimantan Utara (Kaltara), masyarakat di Kabupaten yang sebagian besar wilayahnya berbatasan langsung dengan Sabah dan Serawak ini, pada Pilkada mendatang akan memilih 2 kepemimpinan sekaligus yakni Pemilihan Gubernur – Wakil Gubernur Kalimantan Utara dan Pemilihan Bupati – Wakil Bupati Nunukan

Harapan masyakat, melalui Pilkada 2020 ini, akan lahir kepemimpinan yang berintegritas serta berkapabilitas sehingga mampu mengantar Kaltara dan Nunukan memasuki gerbang kesejahteraan.

Namun kepemimpinan yang berintegritas tentunya tak lepas dari proses dalam mendapatkan kemenangan pada saat Pilkada. Sehingga setiap.kandidat sangat diharapkan mampu berkompetisi dengan cara terhormat dan bernartabat.

Menyikapi hal tersebut, Cafe Magaya dan Bawaslu Kabupaten Nunukan berusaha mengajak para kawula muda terutama pemilih pemula agar dapat berpartisipasi mewujudkan Pilkada melalui sosialisasi memerangi politik uang melalui lomba stand up comedi bertema ‘tolak politik uang’

” Even ini kita gelar atas dasar kepedulian untuk membumikan demoksrasi dan mewujudkan kepemimpinan yang lahir dari cara – cara yang bermartabat,” tutur Owner Magaya Cafe, Andi Suryani kepada Nusantara News, Kamis (26/11).

Aktivis Perempuan yang kerap disapa Yani tersebut menilai, bahwa pademi covid – 19 telah membuat keterpurukan diberbagai sektor terutama ekonomi. Kondisi seperti inilah yang sangat berpotensi menjadi lahan praktik politik uang.

“Masa pademi yang sulit akan merangsang masyarakat menerima pemberian dari pihak – pihak tertentu dengan imbalan suara di TPS nanti. Ini adalah penodaan terhadap demokrasi,” jelasnya

Sementara Ketua Bawaslu Nunukan, Mochammad Yusran mengakui bahwa pihaknya mendukung digelarnya lomba stand up comedi anti politik uang tersrbut. Pasalnya, money politik adalah sebuah tindakan yang selain menodai demokrasi, mengkebiri cita – cita reformasi, juga larangan dalam agama manapun.

“Kita dari Bawaslu mendukung penuh dengan perlombaan yang mengedukasi masyarakat untuk memerangi politik uang seperti lomba stand up comedi di Magaya Cafe tersebut,” ujarnya.

Sosialisasi melawan politik uang, menurut Yusran sangat perlu dilakukan. Karena banyak masyarakat awam dan para pemilih pemula yang belum tahu implikasi hukum dari praktik politik uang tersebut

Lebih lanjut Yusran mengingatkan bahwa ketentuan pidana mengenai politik uang dalam pasal 187A ayat (1) yang berbunyi: bahwa setiap orang yang dengan sengaja menjanjikan atau memberikan uang atau materi lainnya sebagai imbalan untuk mempengaruhi pemilih agar tidak menggunakan hak pilih, menggunakan hak pilih dengan cara tertentu sehingga suara menjadi tidak sah, memilih calon tertentu, atau tidak memilih calon tertentu diancam paling lama 72 (tujuh puluh dua) bulan dan denda paling banyak Rp1.000.000.000,00 (satu milyar rupiah).

“Untuk itu, sosialisasi ini sangat perlu. Selain untuk penegakan demokrasi, membina mental generasi muda agar sehat berpolitik, kita juga harus jaga masyarakat awam agar tak menjadi obyek praktik jual beli suara,” tegasnya.

Diketahui, Lomba Stand Up Comedi sendiri akan digelar pada Sabtu 28 November. Bagi masyarakat yang berminat, dapat mendaftarkan diri di Cafe Magaya Jl. Teuku Umar, Nunukan sejak tanggal 25 hingga 27 November 2020. Perlombaaan ini juga dinilai cukup spektakuler, pasalnya akan dihadiri salah satu komosioner Bawaslu RI. (ES)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here